Mengapa lebih dari 600 ribu Sarjana menganggur?

Sangat setuju dengan elaborasi tentang hakekat pembelajaran berpusat pada siswa yang medium pencapaiannya menggunakan teori Bloom: Kognitif, Afektif dan Psikomotor. Ranah tertinggi domain pengetahuan kognitif, create, memberikan clue kepada kita semua bahwa belajar di tingkat Pendidikan Tinggi mestinya diarahkan pada kompetensi creativity, thinking outside the box making something innovative product.

Dengan mengadalkan teknologi sistem informasi, lebih lanjut, yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, maka pemberhasilan dan pembentukan generasi-generasi bangsa yang berbasis pada Otoritas Intelektual praktis tidak pernah akan menjadi sebuah tantangan.

Sebagai praktisi pendidikan saya banyak belajar hal tersebut di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKI yang bermotto “Melayani bukan dialayani” ini. Pembelajaran yang berorientasi pada penciptaaan produk oleh setiap mahasiswa pada setiap Matakuliah merupakan bukti FKIP UKI berada dalam jalur yang benar dan berterima. Nah skill yang terlatih Inilah nantinya akan menjadi modal utama para alumni kreatif di tempat kerja masing masing.

Harapannya, ketulusan dan perkembangan perserta didik kita kedepan yang terikat oleh nilai enterpneurhip, high order thinking, Dan praktis-pragmatis akan menjadi bagian mereka yang tidak pernah terpisahkan.
Bravo FKIP UKI
💪

FKIP

PP

[Jakarta, VoE of FKIP UKI] Laporan ini adalah bagian ketiga hasil wawancara Redaksi VoE dengan Bapak Parlindungan Pardede, Dekan FKIP UKI, yang dilakukan dalam rangka menyambut Peringatan Hari  Pendidikan Nasional, 2 Mei 2018. Bagian pertama wawancara pada 30 April 2018 itu, yang berfokus pada peran teknologi di dunia pendidikan di Abad-21, telah kami publikasikan dengan judul Teknologi akan Rampas Profesi Guru dan Dosen? Bagian kedua berfokus pada hakikat dan manfaat penggunaan teknologi dalam pembelajaran, yang dipublikasikan dengan judul Online Learning: Untuk Gagah-Gagahan, atau Karena Kebutuhan? Bagian ketiga ini membahas tentang fenomena banyaknya sarjana yang menganggur di Indonesia.

Redaksi VoE FKIP UKI (VoE): Menurut Metrotvnews.com, edisi Senin, 26 Maret 2018,  Menristekdikti, Mohamad Nasir, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya sarjana yang menganggur. Dikatakan bahwa sekitar 8,8% dari total 7.000.000 pengangguran di Indonesia adalah sarjana. Menurut Bapak, mengapa sekitar 616.000 lulusan S-1 itu menganggur?

Sarjana nganggurParlindungan Pardede (PP): Jika ditanya mengapa begitu banyak sarjana yang…

View original post 998 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s